Do you know guys? Aku sudah jadi
mahasiswa semester 3 lho sekarang. Semua UAS udah dilalui. Perjuangan semester
2 ini sangat melelahkan, banyak yang dikorbankan, banyak peristiwa out of
the box. Pasti temen-temen kelas ngerasa bahwa aku ambis mati-matian
semester 2 ini wkwwk. Sebenernya aku ngambis itu semester 1, ketika semester 2
ini aku cuma mengalir seperti air, ga terlalu ngambis tapi melakukan segala hal
semaksimal mungkin. Kalian tahu ga kalo aku dapet masalah pada mata kuliah
Sejarah Pendidikan karena pernah bolos sekali. Astaghfirullah, pertama kalinya
aku bolos kuliah. Pasti merasa bersalah sekali kan. Mau izin tapi takut ga diizini,
yah alhasil bolos deh. Di absen, nama aku ada tanda C+ ntah ap aarti
tanda itu tapi aku takut guys. Udah minta maaf dan sekarang tinggal pasrah aja
sama hasilnya. Pada semester 2 ini aku juga punya pengalaman suka duka tentang KN-MIPA.
Satu pelajaran yang dapat aku ambil adalah jangan terlalu percaya diri dan
meremehken sesuatu. Pada suatu hari aku mengikuti seleksi KN-MIPA tingkat
Fakultas. Sebelum hari-H aku belajar all about Olympiad. Mempelajari tipe
soal KN-MIPA tapi masih abstrak, terlintas sedikit dipikiranku. “Semasa SMA aku
merupakan salah satu siswa olimpiade matematika, jadi pasti aku akan bisa
mengerjakan soal-soalnya nanti apalagi ini hanya tingkat fakultas”. Astaghfirullah,
jangan ditiru ya teman-teman alhasil ambis yang tidak baik itu tidak ada
gunanya, ambis boleh tapi luruskan niat ya!! Seminggu kemudian, Bu Weni (Dosen
Geometri Analitik Datar dan Ruang) masuk ke kelas dan mengumumkan 10 besar
perwakilan yang lulus dengan nilai tertinggi. Jengggg… dan nama aku pun tidak
disebut, seketika darahku seakan langsung turun, pengen nangis tapi malu, so. Keep
smile wkwkk. Then, aku muhasabah diri merenung tak karuan, curcol dengan
sahabat jauh, dan sholat untuk menenangkan diri. Keesokan harinya, pengumuman
resmi pun keluar, siapa sangka ternyata namaku berada diurutan ke-11 karena
nilai yang kuperoleh sama dengan mahasiswa yang mendapatkan peringkat 7,8,9,10.
Aku sangat percaya bahwa jika Allah menghendaki maka apa pun dapat terjadi. Beberapa
minggu kemudian, KN-MIPA tingkat Universitas pun dilakakukan sebanyak ribuan
orang mengikuti seleksi ini agar dapat menjadi 6 besar yang nantinya dikirim
untuk mewakili KN-MIPA tingkat Regional di Lampung. Pada saat itu, aku sudah
pesimis. Tingkat fakultas saja aku dapat peringkat ke-11 apalagi tingkat univ
pasti sangat jauh. Pada hari tu aku sangat pasrah, semua materi KN-MIPA aku
tidak paham. Seketika mendapatkan soal, aku hanya menjawab menggunakan logika,
mengerahkan semua pikiran ke soal. Dari ke-4 materi KN-MIPA mungkin hanya
materi kombinatorika yang pernah aku dapatkan semasa SMA dan itupun tidak
begitu dalam. Jadi, aku jawab semua soal yang berkaitan dengan kombinatorik
dengan serius dan pilihan ganda lainnya aku jawab menggunakan rumus apapun yang
terlintas dipikiranku kala itu. Semua orang terlihat sangat biasa mengerjakan
soal-soal itu, dan aku hanya bisa terdiam. Singkat cerita, sebulan pun berlalu.
Pada hari itu, aku belum membuka gawaiku. Ketika aku selesai sholat dhuha,
temanku (Sincia) sedang memegang gawainya dan senyum-senyum sendiri ke arahku. Aku
sih seperti biasa, don’t care about it, pasti diam mau mengejekku lagi. Setelah
aku menanggalkan mukenah, diapun menyuruhku membuka Whatsapp, betapa
terkejutnya aku ketika melihat namaku berada di urutan ke-3. Siapa sangka aku
menjadi satu-satunya Maba yang mewakili Unsri tingkat regional bidang matematika
pada ajang KN-MIPA ini. Syukur alhamdulillah sekali. Mohon doanya ya
teman-teman agar aku bisa mendapatkan medali dan mengharumkan almamater
Universitas Sriwijaya. Rencana Allah itu sangat indah, percayalah semua takdir
yang kamu jalani itu ada hikmahnya, jadi jangan pernah menyalahkan diri
sendiri, orang lain, atau bahkan Allah. Karena sesungguhnya itu adalah jalan
terbaik jika setiap perbuatan kita awali dengan basmalah.
Pada semester 2 ini aku mencoba untuk
mengikuti lomba tingkat nasional juga yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah yang
diadakan oleh forum Bidik Misi Nasional di Universitas Lampung. Pada suatu hari
salah satu teman kelasku memberi pesan lewat Whatsapp dan memberitahu tentang
info lomba ini, yaps Namanya Mutiara Febrianti (untuk mengenalnya lebih jelas,
baca tulisanku sebelumnya ya!). Betapa shock nya aku ketika melihat deadline
pengumpulan abstrak nya adalah besok wkwk. Namun, karena jiwa ambisku sedang
bergejolak, tanpa berpikir Panjang aku pun menyetujui ajakan temanku itu dan
aku menjadi ketua dalam tim ini. Tentu perjuangan dalam mengikuti lomba ini
tidak mudah, banyak suka duka yang telah dilalui. Perasaan marah, sedih, senang
pasti ada. Siapa sangka pada detik-detik terakhir sebelum berita Covid-19
mencuat, pengumuman 10 besar pun tiba, pada malam itu, Mutiara langsung
menelponku dan berkaca-kaca memberi tahu bahwa karya kami lulus dan berada di
posisi kedua berdasarkan penilaian Full Paper nya. Namun, kepergian kami untuk
mngikuti tahap presentasi pun tertunda akibat adanya kebijakan Lock Down
dan Social Distancing dari pemerintah. Semestinya kami berangkat tanggal
1-5 April 2020 ini. Namun, tidak apa-apa. Semua pasti ada hikmahnya.
Baiklah teman-teman itu pengalaman
semester 2 ku. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Untuk,
cerita-cerita selanjutnya yang temen-temen mau dengar bisa comment di bawah
tulisan ini ya. insyaAllah saya akan menceritakannya di kesempatan berikutnya. Saya
pamit undur diri, Wassalamu’alaikum wr.wb . salam Wawachans…


Komentar
Posting Komentar