Assalamu’alaikum readers, sudah lama tidak bersua.
Tidak terasa ya, semester 3 baru saja berlalu, dan sekarang sudah mau masuk
semester 4. Well, kali ini aku akan
menceritakan apa saja suka dukaku selama semester 3 tadi. Semester 3 tahun ini
adalah semester 3 yang sangat berkesan tentunya karena kami menjadi angkatan
pertama semester 3 yang full kuliah online
selama satu semester. Sekarang aku bakalan cerita dukanya dulu ya..
Pertama, sering ga ikut kelas karena bad connection, blackout, atau kendala sinyal
lainnya. FYI, aku pernah sengaja bolos karena males ikut kelas itu, selain
pelajarannya yang ngebosenin, dosennya juga ga interaktif. Selanjutnya, tidak
maksimal saat ujian bauk UTS, KUIS, atau UAS. I can’t focus karena di rumah itu adik aku juga belajar dari rumah,
jadi jika dia ga ngerti pasti bertanya dan memecah konsentrasi karena di kejar
waktu. Selain itu, di rumahku juga ada warung jadi, kalo ada yang mau membeli
maka harus dilayani dulu. Duka yang ketiga, public
speaking skill menurun. Why? Karena
ketika lomba, ataupun presentasi virtual, aku akan tulis dulu apa yang akan aku
ungkapkan dank u temple di laptop jadi kesannya itu aku Cuma baca. Kemudian selama pandemic juga dosa semakin
banyak, karena sering bohong. Misalnya teman nanya sudah selesai belum tugas, I’ll reply it “not yet”. Then yang
terakhir itu adalah social skill
menurun. Karena hampir satu tahun tidak berinteraksi, pas ngumpul pasti lack of topic. Selama pandemic juga
tidak ada mood booster buat belajar
hehehe. Biasanya kalo bosen ke perpustakaan, ruang baca, dll. Now, kalo bosen ya tidur. Astaghfirullah…
Oke guys, walaupun
banyak sekali duka pandemic ini. Tetunya suka nya pun tidak sedikit. I’ll tell u one by one. Suka yang
pertama, bisa ikut banyak lomba tanpa leaving
class. Biasanya kalo keadaan normal, lomba harus di laksanakan di tempat
penyelenggaraan, namun sekarang untuk menghemat waktu dan uang. Dilakukan secara
virtual saja. Selain itu, bisa belajar banyak tentang segala hal, ketertarikan
ku muncul untuk belajar Bahasa Mandarin sejak liburan semester 2 yang mem-push
diriku untuk nonton drama Cina. Karena ada beberapa drama yang tidak ada
subtitle sehingga percakapannya pun
kurang dimengerti. Kemudian, selama di rumah aja, aku pun sering mengikuti
webinar-webinar khususnya tentang S2. Dan kebetulan webinar S2 pertama yang aku
ikuti adalah S2 di Taiwan, so langsung aja aku tertarik untuk mencari info
lebih banyak tentang Taiwan. Selain itu, di sana juga menggunakan bahasa
Mandarin juga dan toleransi islamnya sangat kuat sehingga untuk Muslim tidak
perlu khawatir. Selama pandemic juga aku mendapatkan banyak teman dari Negara lain,
khususnya teman dari Pakistan yang sangat dekat denganku, sometime we did culture
exchange, sharing each other, and support or giving compliment each other. Dan
hikmah terbesar dari pandemic adalah you
have more quality time with ur family. Jujur, biasanya aku ngobrol dengan
adikku satu kali seminggu atau bahkan satu kali sebulan saja. Bahkan selama di
SMA kurang dari itu. Jadi, aku tidak terlalu dekat dengan adik-adikku. But now, hmm u can guest it. Dan pengalaman yang tidak terlupakan adalah membuat
buku bersama dosen. Jadi, kalo bukunya sudah terbit, jangan lupa dibeli ya
teman-teman. Cover bukunya seperti di bawah ini,
Mungkin itu saja Cerita singkat mengenai suka duka
ku selama Pandemi dan belajar di rumah, jika ada kritik atau saran bisa
langsung ketik di kolom komentar atau via chat ya. Terima kasih semuanya….


Komentar
Posting Komentar