Rabu, 16 Desember 2020

My Third Semester In Sriwijaya University

 

Assalamu’alaikum readers, sudah lama tidak bersua. Tidak terasa ya, semester 3 baru saja berlalu, dan sekarang sudah mau masuk semester 4. Well, kali ini aku akan menceritakan apa saja suka dukaku selama semester 3 tadi. Semester 3 tahun ini adalah semester 3 yang sangat berkesan tentunya karena kami menjadi angkatan pertama semester 3 yang full kuliah online selama satu semester. Sekarang aku bakalan cerita dukanya dulu ya..

Pertama, sering ga ikut kelas karena bad connection, blackout, atau kendala sinyal lainnya. FYI, aku pernah sengaja bolos karena males ikut kelas itu, selain pelajarannya yang ngebosenin, dosennya juga ga interaktif. Selanjutnya, tidak maksimal saat ujian bauk UTS, KUIS, atau UAS. I can’t focus karena di rumah itu adik aku juga belajar dari rumah, jadi jika dia ga ngerti pasti bertanya dan memecah konsentrasi karena di kejar waktu. Selain itu, di rumahku juga ada warung jadi, kalo ada yang mau membeli maka harus dilayani dulu. Duka yang ketiga, public speaking skill menurun. Why? Karena ketika lomba, ataupun presentasi virtual, aku akan tulis dulu apa yang akan aku ungkapkan dank u temple di laptop jadi kesannya itu aku Cuma baca.  Kemudian selama pandemic juga dosa semakin banyak, karena sering bohong. Misalnya teman nanya sudah selesai belum tugas, I’ll reply it “not yet”. Then yang terakhir itu adalah social skill menurun. Karena hampir satu tahun tidak berinteraksi, pas ngumpul pasti lack of topic. Selama pandemic juga tidak ada mood booster buat belajar hehehe. Biasanya kalo bosen ke perpustakaan, ruang baca, dll. Now, kalo bosen ya tidur. Astaghfirullah…




Oke guys, walaupun banyak sekali duka pandemic ini. Tetunya suka nya pun tidak sedikit. I’ll tell u one by one. Suka yang pertama, bisa ikut banyak lomba tanpa leaving class. Biasanya kalo keadaan normal, lomba harus di laksanakan di tempat penyelenggaraan, namun sekarang untuk menghemat waktu dan uang. Dilakukan secara virtual saja. Selain itu, bisa belajar banyak tentang segala hal, ketertarikan ku muncul untuk belajar Bahasa Mandarin sejak liburan semester 2 yang mem-push  diriku untuk nonton drama Cina. Karena ada beberapa drama yang tidak ada subtitle sehingga percakapannya pun kurang dimengerti. Kemudian, selama di rumah aja, aku pun sering mengikuti webinar-webinar khususnya tentang S2. Dan kebetulan webinar S2 pertama yang aku ikuti adalah S2 di Taiwan, so langsung aja aku tertarik untuk mencari info lebih banyak tentang Taiwan. Selain itu, di sana juga menggunakan bahasa Mandarin juga dan toleransi islamnya sangat kuat sehingga untuk Muslim tidak perlu khawatir. Selama pandemic juga aku mendapatkan banyak teman dari Negara lain, khususnya teman dari Pakistan yang sangat dekat denganku, sometime  we did culture exchange,  sharing each other, and support or giving compliment each other. Dan hikmah terbesar dari pandemic adalah you have more quality time with ur family. Jujur, biasanya aku ngobrol dengan adikku satu kali seminggu atau bahkan satu kali sebulan saja. Bahkan selama di SMA kurang dari itu. Jadi, aku tidak terlalu dekat dengan adik-adikku. But now, hmm u can guest it. Dan pengalaman yang tidak terlupakan adalah membuat buku bersama dosen. Jadi, kalo bukunya sudah terbit, jangan lupa dibeli ya teman-teman. Cover bukunya seperti di bawah ini,



Mungkin itu saja Cerita singkat mengenai suka duka ku selama Pandemi dan belajar di rumah, jika ada kritik atau saran bisa langsung ketik di kolom komentar atau via chat ya. Terima kasih semuanya….

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar