Hai, siapa pun itu. Aku cuma mau menceritakan
beberapa hal yang sedang kupikirkan akhir-akhir ini. Oh iya BTW hari ini aku
baru saja menyelesaikan drakor yang berjudul “Queen of Tears”. Yaps benar sekali,
drakor ini lagi viral tahun lalu. Ada banyak hal yang kudapatkan dari drakor
ini bahwa orang kaya belum tentu bahagia, keluarga yang sesungguhnya adalah
mereka yang bisa menjadi rumah untuk kita, dan akan selalu ada orang-orang yang
mengagumi serta membencimu. Tapi yang menurutku perlu di highlight adalah
seorang wanita yang terlihat kuat atau lebih dikenal sebagai independent women
mereka masih butuh tempat bersandar, masih butuh pertolongan, dan masih punya
sisi lemah yang tidak bisa ia tunjukkan ke orang lain. Okedeh
yang penasaran sama dramanya bisa tonton sendiri aja ya!! Aku mau lanjutin
cerita tadi 😊
Well, banyak hal yang bikin overthinking
akhir-akhir ini. Aku menulis disini karena aku sadar tidak semua hal bisa
aku ceritakan sekaligus ke teman. Ada yang ga suka kalo diajak julid, ada yang
ga suka dengan topik tertentu, dan ada yang mungkin rishi mendengar ceritaku. Jadi
aku ceritakan sama kalian aja ya. Semoga kalian bisa jadi pendengar yang baik,
ga perlu di respon kok. Cuma butuh didengar aja.
Aku sadar bahwa emosiku mudah sekali
berubah ketika datang bulan, menjadi sedikit sensitive dengan apapun yang
sedang dihadapi. Aku memang sedikit ceroboh dan gegabah, tapi aku juga penurut.
Beberapa hari yang lalu, aku sedih dengan ketidakadilan sekolah dan
ketidaknyamanan kebijakan ini. Lalu aku berkonsultasi dengan seseorang yang
mungkin sudah mulai ku percaya, lebih tepatnya lebih waras dari diriku ini. Dia
memberi saran untuk tidak ceroboh dan gegabah karena emosi sesaat. Lalu aku mulai
berpikir jernih dan alhamdulillah bisa melewatinya. Aku tetap akan melakukan Tindakan
yang aku rencanakan namun mungkin lebih sedikit menggunakan kata-kata yang halus
dan berdasarkan fakta serta survey yang ada. Thanks ya atas sarannya
Selanjutnya pikiran yang sedang
menggangguku adalah akan kehilangan orang-orang terdekatku. Ada dua guru di
asrama yang akan pergi. Yups, Mba Salsah (guru kimia) dan Mba Nopi (guru
Qur’an). Mba Salsah akan resign akhir bulan Juni ini untuk mencoba
hal-hal baru di luar sana. Dia memiliki banyak kesamaan denganku dalam hal
pengalaman, emosi, hobi, ataupun makanan. Aku sedih ga ada tempat untuk cerita
lagi, kami punya hobi yang sama yaitu tidak membuang waktu untuk hal-hal yang
tidak berguna dan selalu ingin terlihat pintar di depan orang. Istilahnya gengsian
lah, akhir-akhir ini rasanya kami sedang menjadi orang termiskin di dunia. Tidak
punya uang lagi untuk jajan so sad :’( sampai pada akhirnya ngutanglah
solusinya. Another one ada Mba Nopi, bukan mau resign juga siih. Tapi
ditinggal nikah. Kalo nikah kan otomatis ga tinggal di asrama lagi. Mba Nopi
adalah teman yang masuk RU bersamaan denganku jadi kami lalui semuanya dari
awal bersama-sama. Kami bisa tiap hari makan tekwan keluar dan pelanggan setia
alfamart. Ada banyak hal yang aku mulai karena Mba Nopi seperti menggunakan
produk HNI, produk MS Glow, belajar istilah-istilah pondok yang tidak
kuketahui. Hal-hal sepele selama satu tahun yang mungkin sangat berkesan dan
tidak aka nada lagi kedepannya. Aku tau perpisahan ini untuk kehidupan yang
lebih baik untuk mereka. Tapi tetap saja kehilangan momen-momen indah di asrama
yang telah dilalui selama satu tahun tidak akan dilalui lagi di tahun depan. I’ll
miss u so bad guys.
Aku juga merasa ada banyak hal yang
terjadi pada hidupku semester ini. Mungkin hal yang kuanggap berat saat
dihadapi, tapi bisa dilalui saat berpikir jernih. Pada bulan Februari aku
terkena Herpes Zooster (cacar ular) yang penyembuhannya harus
menggunakan air liur orang yang dilahirkan secara sungsang. Bukannya menghilang
setelah dijampe-jampe, malah semakin panas, perih, gatal, tumbuh melingkar. Aku
sangat takut pada waktu itu karena mitosnya jika berhasil melingkari tubuh akan
menyebabkan kematian. Saat cacar itu sudah memakan setengah tubuhku sebelah
kiri, aku teringat bahwa itu posisinya di atas permukaan jantung. Akupun memutuskan
untuk melakukan pengobatan secara medis. Aku gunakan obat dari dalam dan mengoleskan
salep dari luar. Selama dua minggu lebih bahkan hampir satu bulan aku tidak
berada di asrama melainkan pulang-pergi saja dari rumah. Karena sudah cukup
lama, aku putuskan untuk Kembali ke asrama. Perlahan-lahan cacarnya mulai mengering
dan membekas.
Semester ini juga muncul kasus aku
dihina sama anak kelas sekaligus anak kamarku. Sebenernya aku ga terlalu
mendramatisir hal tersebut, karena biasanya emosiku cuma sesaat dan ketika aku
mulai berpikir jernih, ingatan itu akan sirna dengan sendirinya meskipun masih
membekas. Tapi hal itu merupakan pelanggaran berat di ponpes karena termasuk
penghinaan kepada guru, tapia pa boleh buat mereka harus bertanggung jawab dengan
apa yang telah mereka perbuat. Aku mungkin sakit hati, sekaligus introspeksi
diri. Aku mungkin orang yang pendendam tapi berusaha untuk melupakan. Terima kasih
kepada diriku sendiri yang selalu kuat menghadapi ini semua. Thanks buat kalian
yang udah mau dengerin aku. Aku harap bisa menemukan sosok Baek Kyun Woo (actor
queen of tears) dihidupku selamanya. See u guys!
Komentar
Posting Komentar