~Put Allah First and You'll Never be the
Last~
Stop Overthinking, Just Do it, and Pray for it
Itu adalah motto yang aku tuliskan dalam bagian persembahan skripsiku.
Assalamu’alikum temen-temen. Aku mau berbagi
pengalaman nih cerita tentang masa-masa skripsi. Masa dimana paling ditunggu
sekaligus ditakuti sama mahasiswa S1. Mulai dari semester satu udah overthinking
sama skripsi. Well, sebenarnya emang sudah wajib dipikirkan tapi bukan
secara berlebihan ya. Fokus untuk mendalami materi perkuliahan agar tidak harus
mengulang di akhir. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan studi S1 selama 3,5
tahun dengan IPK 3,99. Mungkin banyak yang bilang IPK tinggi tidak menjamin
kesuksesan. I know It, tapi untuk achieve IPK itu butuh effort
and struggle lebih. Bagaimana pun you need to be proud of urself
karena sudah berhasil melewati masa-masa yang luar biasa. Buat temen-temen yang
sudah melewati masa-masa ini selamat ya! Semoga gelar dan ilmunya berkah. Buat
teman-teman yang masih berjuang, semangat terus dan jangan pernah berhenti
karena percayalah masa ini akan berhasil dilewati dengan bahagia. Oke I’ll
tell my experience start from beginning.
Pada awal perkuliahan, mungkin kira-kira waktu masih
menjadi mahasiswa baru (maba). Seorang dosen pernah memberikan nasihat yang
selalu aku ingat sampai sekarang. Yaitu nasihat dari bu Dr. Ely Susanti, M.Pd.
aku lupa waktu itu mata kuliah apa, tapi aku ingat apa yang dikatakan beliau. “Kalian
pasti punya target mau lulus cepat seperti kating-kating kalian yang lulus 3,5
tahun. Pesan ibu, jangan pernah menunda-nunda sholat/ibadah. Hal ini pernah
terjadi dalam pengalaman ibu. Dulu ibu pernah menargetkan lulus S2 dalam 2
tahun. Pada saat itu, ibu bebrapa kali tidak tepat waktu melaksanakan sholat,
contohnya shubuh kita bangun kesiangan jam 5, sudah 30 menit kita telat. Coba
bayangkan dalam sebulan kita sudah menunda 30 hari*30 menit=900 menit.
Bagaimana dengan setahun? 900 menit *12=10800 menit ini sama saja dengan satu
minggu. Tanpa disadari hal ini bisa jadi berdampak sama target kita tadi sudah
mundur seminggu. Itu baru shubuh, bagaimana kita telat di setiap waktu
sholatnya dan waktunya lebih dari 30 menit? Bisa jadi sampai bertahun-tahun
kalo kita akumulasikan. Hal ini bisa jadi penghambat buat kita untuk dapat
menggapai mimpi kita. Jadi pesan ibu, usahakan sholat tepat waktu, insyaallah
urusan kita selalu dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah“. Yaps, pesan ibu Ely
inilah yang selalu membuatku terngiang-ngiang kalo lagi males beribadah. Tapi,
jangan juga ibadah karena skripsi ya, ibadah tetap harus karena Allah swt
semata. So, aku selalu memegang motto “Put Allah first and You’ll never be
the last”. Aku tidak bermaksud menggurui, aku juga masih belajar dan
berusaha. Kita harus selalu saling mengingatkan dalam kebaikan ya akhi dan
ukhti 😊.
Okay, I’ll jump to the 6th semester now.
Sebenarnya kita udah belajar nulis artikel, buat
proposal, buat esai, makalah, dan tugas lainnya yang sangat menunjang dan
menjadi bekal buat kita untuk memulai menulis skripsi. so that’s why I’ve
tell you before untuk memaksimalkan pembelajaran di setiap semester. Jika
ada tugas kelompok/individu usahakan kerjakan sendiri, pelajari semua skillnya.
Jika disuruh upload artikel ke jurnal. Ambil peluang itu! Karena
semuanya akan sangat berguna ketika kita sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir
atau setelahnya. Oh iya jadi lupa, kan tadi mau cerita mulai semester 6. Maaf
ya gess suka beralih topik jadi kebablasan cerita.
Januari 2022, aku mendapatkan 2 kabar bahagia
sekaligus membuat bimbang. Kabar pertama, dinyatakan lulus program MBKM Kampus
Mengajar dan ditempatkan di Sulawesi Barat. Dan kabar kedua adalah pembagian
dosen pembimbing yang alhamdulillahnya dosen Pembimbing Akademikku sendiri.
Tapi aku bingung karena aku harus keluar kota dan tidak bisa melakukan bimbingan
selama periode tersebut dan takut tertinggal dari teman-temanku. Setelah
pengumuman dosen pembimbing, aku langsung menghubungi dosen tersebut, dan
tiba-tiba langsung bahas penelitian. Aku yang belum siap auto panik kan karena
belum ada persiapan. Awalnya aku disuruh untuk penelitian terkait
etnomatematika tentang rumah seribu tiang yang ada di Kayuagung, OKI. Pada saat
itu, aku hanya mengiyakan terlebih dahulu saran dosen tersebut, karena mau
mencari informasi dan belajar dulu. Aku bahkan sampai menghubungi alumni UIN
Raden Fatah Palembang karena penelitiannya yang membahas tentang rumah seribu
tiang. Beberapa minggu kemudian, dosenku menghubungi lagi dan meminta untuk
melakukan komunikasi via Zoom Meeting dan membahas terkait penelitian bersama mahasiswa
bimbingan bapak. Alhamdulillahnya Allah memberikan jalan, dosenku mendapatkan
dana hibah penelitian, sehingga kami ikut melakukan penelitian untuk
mengembangkan LKPD berbasis filsafat di jenjang SMA. Dan bapak juga
menyampaikan bahwa bimbingan untuk sementara waktu ini berlangsung via
Whatsapp/Zoom Meeting saja.
Bimbingan skripsi pun dimulai. Mulai dari mencari
masalah, menentukan judul, merancang latar belakang, dan menentukan fokus
penelitian. Proses penulisan latar belakang dan tinjauan pustaka aku
maksimalkan sebelum penugasan di Sulbar. Alhamdulillah draft 2 bab sudah fix
ada di tangan. Selama di Bulubonggu (desa penempatan), minim sekali sinyal. Bahkan
untuk menghubungi keluarga juga susah. Selama penugasan draft skripsiku sama
sekali tidak tersentuh. Aku berterima kasih dengan keluarga kedua ku (Khairu
dan Diva) yang meskipun sama-sama di tempat susah sinyal. Tapi kalian tetap
mencari cara untuk menghubungiku dan selalu saling memotivasi untuk menyelesaikan
studi. Pernah suatu hari bimbingan untuk menyampaikan progress penulisan. Kami
semua mempersiapkan draft untuk bab 1 ternyata bapak meminta draft 3 bab. Selama
itu juga kami tidak melakukan bimbingan lagi karena keterbatasan di daerah
masing-masing. Beberapa bulan tidak melakukan progres terhadap draft skripsi. Singkat
cerita penugasan pun berakhir. Tanggal 29 Juni 2022 aku kembali ke tanah
sriwijaya. Satu minggu penuh mengumpulkan niat kembali untuk membangun konsistensi
menulis. Setelah itu, mulailah mencicil bagian satu persatu bagian proposal,
meninjau ulang bab 1- 3. Dan membuat target sempro pada bulan Agustus. Satu pesan
dosen pembimbing yang selalu diingat untuk menulis skripsi adalah “Setiap hari
harus menulis meskipun hanya satu paragraf.” Hal itu sangat benar teman-teman,
3 hari saja kita tidak membuka skripsi kita, maka akan kecanduan untuk tidak
meneruskannya. Terkadang kita perlu mood booster untuk kembali menulis.
Alhamdulillah tepat pada 23 Agustus 2022 aku melaksanakan seminar proposal (sempro). It’s not the final. Ternyata sempro itu adalah awal dari rasa pusing seperti yang kita dengar dari kakak tingkat. Setelah sempro kita harus memikirkan proses pengambilan data, mengurus administrasi penelitian, dan meminta pertolongan kepada Allah itu adalah yang paling utama. Insyaallah segala hal yang kita lakukan akan dipermudah dan dapat dilewati begitu saja. September 2022, satu bulan penuh melakukan magang sekaligus mempersiapkan dan melaksanakan pengambilan data. Sembari melakukan penelitian, mengejar target untuk melaksanakan seminar hasil di awal bulan oktober menjadi tantangan yang luar biasa. Aku melakukan pengambilan data terakhir pada tanggal 28 September 2022 dan tenggat waktu mengumpulkan bahan untuk seminar adalah tanggal 30 September. And finally, we did it. Tepat tanggal 6 Oktober 2022 aku melaksanakan Seminar Hasil (Semhas) di the 4th Sriwijaya University of Learning and Education-International Conference (SULE-IC). Setelah semhas pun rasa malas mulai menghantui. Satu bulan lebih progress yang dilakukan sangat lambat. Tidak terasa sudah bulan November akhir Skripsiku masih dibagian hasil penelitian dan total halaman masih 50an. Harapan menyelesaikan studi 3,5 tahun pun hampir pupus dan mulai berangan 4 tahun. Namun, Allah membantu memberikan petunjuk, semangat, dan ide dalam menulis. Dengan kesiapan yang hanya beberapa minggu, aku memberanikan diri untuk mendaftarkan diri mengikuti ujian akhir perkuliahan (sidang skripsi) pada kloter pertama. Dan alhasil Alhamdulillah. Tepat tanggal 27 Desember 2022 unofficially aku menyandang gelar S.Pd. dengan GPA 3,99. It was an amazing bachelor experience. Terimakasih Universitas Sriwijaya telah menjadi bagian sejarah dalam hidupku. I'll never forget it.

Komentar
Posting Komentar